NEWS
DETAILS
Jumat, 16 Mar 2018 06:44 - Honda Community


Pemicu utama busi cepat mati bisa karena bensin kelewat boros atau akibat overheat lantaran minim gas bakar. Padahal karburator sudah diseting sedemikian rupa, bahkan hingga ke posisi standar, toh hasilnya tetap nihil dan busi tetap cepat minta diganti. 

Jika alami itu, penyebabnya tak lain terjadi kebocoran di seputar bibir payung klep masuk atau buang. Sehingga campuran bensin dengan udara di ruang bakar komposisinya tidak ideal, atau justru malah terbuang keluar.

Pada akhirnya busi juga yang diserang. Itu karena elektroda busi sulit memantik gas bakar. Juga kerap kena impact ketika terjadi kompresi. Alhasil, motor seperti kehilangan tenaga karena kompresi bocor.

Selain hilang tenaga, kondisi klep masuk dan buang bocor biasanya juga bikin motor sulit hidup. Dan kalau pun mau hidup, terkadang karbu sulit diseting normal juga kerap timbul suara ledakan di moncong knalpot.

Busi mati akibat klep in bocor lantaran ada gas bakar kembali tertekan keluar ke arah moncong karbu di awal starter. Ujung-ujungnya, gas bakar yang tidak sempat terbakar justru membasahi busi, payung klep dan komponen sekitar. Nah, karena bensin banjir motor pun makin sulit dinyalakan.

Sebaliknya jika terjadi bocor di klep out. Rembesnya kompresi menyebabkan suhu panas mesin naik hingga ke tingkat overheat. Itu karena perbandingan gas bakar yang sebelumnya ideal, ketika bocor kompresi justru keluar ke knalpot. Kerja piston pun semakin berat.

Mesin bukan cuma kelewat panas. Kalau klep out bocor biasanya dari knalpot suka timbul ledakan. Soalnya, gas bakar mentah di perut knalpot ikut terbakar saat terjadi ledakan kompresi.

Adapun ciri-ciri yang mudah dikenali bila terjadi klep bocor, bisa dilihat dari dua hal. Jika klep in yang bocor, warna elektroda busi cenderung hitam basah dan bau bensin. 

Lain hal jika klep out yang rembes, elektroda busi tampak kering dan berwarna putih. Dan kalau mesin lagi nyala panasnya tinggi. Persis seperti setingan celah klep terlalu renggang. 

Untuk memaksimalkan kerja payung klep agar tidak bocor kompresi, komponen satu ini mesti diskir ulang. Atau istilahnya dibikin dudukan alur baru agar payung dan siting klep nggak rembes waktu gas bakar dipampatkan.

Ketika lakukan skir ulang baiknya dikerjakan pakai tangan dan tidak pakai alat macam bor. Soalnya, hasil kikisan skir pada payung dengan siting klep alurnya jauh lebih rata.

Buat siting dan payung klep lama bisa langsung pakai amril halus dan digosok selama 5 menit. Tapi kalau keduanya baru, baiknya gunakan dulu pasta amril kasar sebelum yang halus di waktu yang sama.

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK