NEWS
DETAILS
Jumat, 29 Oct 2021 14:21 - Honda DAW Community

Bagi masyarakat awam, ban hanyalah karet hitam berbentuk bundar dan simetris. Faktanya, di ajang MotoGP, ban justru dibikin asimetris. Karena didesain berdasarkan karakteristik sirkuit.  Senyawa bahannya pun berbeda. Mengikuti tingkat suhu dan abrasif sebuah sirkuit.

Sejak tahun 2016 hingga saat ini, ban resmi MotoGP dipasok oleh Michelin. Ban dioptimalkan senyawanya untuk mencapai keseimbangan sempurna antara daya tahan dan cengkeraman. Sambil menawarkan opsi berbeda sehingga tim dapat memutuskan mana yang paling sesuai dengan motor mereka dan gaya berkendara pengendara.

Di MotoGP ada  dua jenis ban. Ban slick alias botak untuk balapan kondisi kering, dan ban hujan, yang digunakan secara eksklusif saat ada air di lintasan. 

Nah, di dua jenis ban ini, pebalap dapat memilih dari tiga kompon untuk balapan kering. Yaitu kompon lunak, sedang, dan keras. Sedangkan di balapan basah hanya ada dua : lunak dan sedang.

Ban kering didesain licin dan botak. Tujuannya agar permukaan ban lebih banyak yang menempel ke aspal. Maklum, ban adalah satu-satunya titik kontak sepeda motor dengan aspal. Dan ini berarti bahwa semua gaya yang dihasilkan oleh mesin, rem , perpindahan berat, dan gerakan pengendara ditransmisikan ke aspal melalui permukaan kontak minimalnya.

Sedangkan ban basah, mirip ban motor harian. Terdapat kembangan. Tujuannya, membuang air saat motor melibas genangan air. Tanpa jalur pembuangan air, motor bakal tergelincir.  

Tapi memilih ban adalah permasalahan yang kompleks. Bukan sekadar soal balapan hujan atau kering. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah suhu lintasan yang berbeda-beda setiap sirkuit.

Misal, senyawa kompon di GP Prancis, pasti berbeda dengan kompon di GP Malaysia yang suhu udaranya lebih panas. Meskipun sama-sama ban kompon lunak.  

Selain itu, tipa trek MotoGP mempunyai karakter yang berbeda. Salah satunya jumlah belokan kiri dan kanan yang tidak sama. Ada yang banyak tikungan kanan atau sebaliknya. Juga ada sirkuit yang memiliki area yang menyebabkan keausan yang tinggi.

Itulah kenapa Michelin membuat ban asimetris.  Tujuannya, menghasilkan karet dengan senyawa yang berbeda di satu sisi dan sisi lainnya.

Begitu Sob.

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK